Drawing on little known archival sources, this work brings to the fore the salience of a schism in the Indonesian communist movement between pro-Moscow loyalists and “national-communists” reaching back to the 1920s, which survived even the Japanese occupation and surfaced in the throes of the National Revolution (1945–49). At the heart of the rift lay contrasting visions of revolutionary …
Contesting Indonesia explains Islamist, separatist and communal violence across Indonesian history since 1945. In a sweeping argument that connects endemic violence to a national narrative, Kirsten E. Schulze finds that the outbreak of violence is related to competing local notions of the national imaginary as well as contentious belonging. Through detailed examination of six case studies: t…
Indonesia’s capital city of Jakarta – home to over 10 million people with more than 30 million in its greater metropolitan area – stands as a testament to resilience, reinvention and the enduring spirit of its inhabitants. Inspired by the vibrant mix of people who have settled here over the centuries and by the labyrinthine kampung that crisscross the megacity, Herald van der Linde, bests…
Menimba Kebijakan Pendidikan menyajikan kajian mendalam tentang kebijakan pendidikan yang tidak sekadar menguraikan regulasi, tetapi juga menelaah makna, dampak, dan tujuan di baliknya. Buku ini menegaskan bahwa kebijakan pendidikan berperan penting membentuk masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Mengusung visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” dengan strategi “Partisipasi Semest…
Melalui buku ini, Dany Amrul Ichdan menghadirkan berbagai gagasan dan pemikiran konkret untuk menjawab tantangan itu. Terinspirasi oleh pemikiran Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo, ia merumuskan konsep DAI (Distinctive, Adaptive, Inclusive) sebagai fondasi serta kerangka kerja penyusunan kebijakan hilirisasi dan industrialisasi. Selain itu, Dany juga terinspirasi pemikiran dosen pembimbingnya …
Ingatan kolektif sebuah bangsa tak hanya dibangun oleh kemenangan, tapi juga oleh luka. Indonesia, dengan sejarah panjang penjajahan, kekerasan, bencana, dan konflik, menyimpan jejak trauma yang masih terasa hingga hari ini—baik di tubuh masyarakat maupun di relung-relung sunyi kenangan yang tak sempat diucapkan. Disunting oleh Eunike Sri Tyas Suci dan Hans Pols, buku ini menghadirkan te…
Bayangkan dunia tanpa Indonesia. Tanpa rempah-rempah yang menggoda lidah peradaban. Tanpa samudra penghubung tiga benua. Tanpa suara kemerdekaan yang menggema dari Timur. Dalam Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia?, Yudi Latif menuturkan sebuah epos agung tentang peran cerlang Nusantara di tengah arus sejarah dunia. Buku ini bukan sekadar kumpulan fakta, tapi nyala narasi menghidupkan kembali 2…
Buku ini adalah catatan dan pandangan orang-orang di Indonesia terhadap Jenderal Wiranto. Orang-orang yang beruntung menyaksikan perubahan yang begitu drastis di negeri ini. Tentu tak semua suka terhadap tokoh pembaharu di tubuh TNI ini. Warna-warni dan heterogenitas pandangan terhadap Wiranto dalam buku ini justru merupakan cermin bahwa kita memang harus mulai menghargai segala perbedaan
Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto, S.I.P. (lahir di Madiun, Jawa Timur, 2 Desember 1950) memberi metafora hidupnya seperti sepotong batu bata pada susunan dinding yang kokoh. Just another brick in the wall. Sejatinya, jejak hidupnya tak sekadar itu. Djoko Suyanto dicatat sejarah dalam beberapa alur kepemimpinan puncak di Indonesia. Pener-bang tempur F-5 TIGER II ini didapuk sebagai Kepala Staf…
Buku "Panggil Saya Tommy" merangkum perjalanan hidup dan refleksi pemikiran Suryopratomo, terutama selama masa tugasnya sebagai diplomat di Singapura (2020-2025). Judul buku ini diambil dari sapaan akrabnya yang mencerminkan gaya kepemimpinan yang egaliter dan terbuka, baik saat masih berkarier di dunia jurnalistik maupun saat menjalankan misi diplomasi.