Buku "Panggil Saya Tommy" merangkum perjalanan hidup dan refleksi pemikiran Suryopratomo, terutama selama masa tugasnya sebagai diplomat di Singapura (2020-2025). Judul buku ini diambil dari sapaan akrabnya yang mencerminkan gaya kepemimpinan yang egaliter dan terbuka, baik saat masih berkarier di dunia jurnalistik maupun saat menjalankan misi diplomasi.
Penerbitan buku ini diawali dari pembicaraan dan kegelisahan tentang bagaimana Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia dapat terus hidup, bertumbuh dan berkembang ditengah tantangan perubahan masyarakat yang semakin kompleks. Globalisasi yang sedemian masif membawa konsekwensi pada merasuknya berbagai paham, gagasan, dan ideologi transnasional ke sendi-sendi kehidupan berbangsa d…
Edisi khusus Prisma yang diluncurkan ini menyoroti pasang surut hubungan sipil-militer Indonesia dalam lintasan sejarah dari waktu ke waktu. Sejumlah isu strategis dibahas, seperti: reformasi militer, peran TNI dalam politik dan pembangunan, ekonomi politik militer –keterlibatan militer dalam bisnis dan implikasinya terhadap korupsi serta demokrasi, hingga perbandingan militer Indonesia denga…
Jejak Diplomasi Retno Marsudi: Tegas dalam Prinsip, Lentur dalam Cara mengulas perjalanan diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi selama satu dekade terakhir. Buku ini terdiri atas sepuluh bab yang mendalam dan komprehensif, menyajikan kisah-kisah penting dan strategi diplomasi yang diimplementasikan oleh Retno Marsudi saat menjabat sebagai Menteri Lua…
Indonesia punya mimpi besar menjadi negara maju dengan status sebagai negara berpendapatan per kapita tinggi pada tahun 2045. Visi Indonesia Emas 2045 telah ditetapkan pemerintah. Sasarannya adalah pendapatan per kapita setara negara maju sebesar 30.300 dolar AS, dengan tingkat kemiskinan ditekan ke level 0,5-0,8% dan ketimpangan berkurang menjadi 0,29-0,32. Selain itu, daya saing sumber da…
In the 20th century, the U.S. government's effort to contain communism resulted in several disastrous conflicts: Vietnam, Cuba, Korea. Violence in Indonesia, and then interconnected slaughters across Latin America, arguably had a bigger hand in shaping today's world, but have been widely overlooked for one important reason: the secret CIA interventions were successful. In 1965, nearly one milli…
Over the past 20 years, gender relations and the expression of power and authority between men and women in Indonesia have been shaped by the forces of reformasi, decentralisation, a reassertion of central power, and economic transitions. These changes have given rise to policy reform, an increase in women’s political representation, and new expressions of diverse gender identities. But to wh…
Baru kali ini sang penulis biografi terkenal, Greg Barton, mengangkat kehidupan Gus Dur sampai ke akar-akarnya. Persahabatannya yang erat dan lama-termasuk mendampingi pada bulan-bulan akhir masa kepresidenannya berhasil memotret dan menampilkan pemahaman unik tentang Gus Dur. Persoalan hubungan sipil-militer selama masa reformasi yang paling penting dan patut untuk dijadikan kajian maupun baha…
Kumpulan 68 esai ini menahbiskan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai tokoh yang memiliki perhatian 'lebih' pada isu keragaman dan toleransi di Indonesia. Jauh melampaui sekadar tenggang rasa, Gus Dur mengajak kita melihat perbedaan sebagai keniscayaan yang harus dimengerti dan dimiliki. Mengambil judul dari tulisannya tentang kepolosan doa anak-anak, buku ini menekankan bahwa keakraban …
Dalam konteks kekinian buku ini menjadi relevan bila dikaitkan dengan situasi kebangsaan saat ini. Indonesia sebagai negara besar yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, adat istiadat dan agama, perbedaan ini adalah suatu keniscayaan yang merupakan anugerah bagi bangsa Indonesia. Keberagaman yang ada ini diikat dalam persamaan derajat sebagai manusia ciptaan Tuhan, yang memiliki nilai-nil…