Text
No longer human = bukan lagi manusia
“Hidupku begitu memalukan. Aku bahkan tidak sanggup memikirkan bagaimana rasanya menjalani kehidupan sebagai manusia.”
Meskipun peristiwa “No Longer Human” sangat mirip dengan kehidupan pribadi Dazai sendiri, gayanya yang blak-blakan — tanpa sentimen atau nostalgia — menjauhkannya dari nada otobiografi yang sebenarnya. Novel ini memiliki kualitas yang tak lekang oleh waktu: Perjuangan individu untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat yang normal tetap sama relevannya saat ini seperti pada saat penulisan. —Japan Times
No other version available