Text
Just another brick in the wall : Marsekal Djoko Suyanto
Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto, S.I.P. (lahir di Madiun, Jawa Timur, 2 Desember 1950) memberi metafora hidupnya seperti sepotong batu bata pada susunan dinding yang kokoh. Just another brick in the wall. Sejatinya, jejak hidupnya tak sekadar itu. Djoko Suyanto dicatat sejarah dalam beberapa alur kepemimpinan puncak di Indonesia. Pener-bang tempur F-5 TIGER II ini didapuk sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Februari 2005-Februari 2006), Panglima TNI (Februari 2006-Desember 2007), dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Oktober 2009-Oktober 2014) pada kabinet pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dari perkawinannya dengan Ratna Sinar Sari, Marsekal Djoko Suyanto dikaruniai dua anak: Yona Didya Febrian (alm.) dan Kania Devi Restya. Kania bersuamikan Letkol Pnb. Septi Arun Dwi Saputra yang kini Komandan Skadron Udara 17 VVIP/VIP. Kakek tiga cucu yang berusia 75 tahun ini masih aktif bermain golf dua kali seminggu. Jejak karier yang unik karena ia tercatat dalam sejarah sebagai Panglima TNI pertama dari TNI AU. Selepas pengabdiannya di pemerintahan, pada awal tahun 2015, Djoko Suyanto diminta bergabung di Barito Pacifi c Group sebagai Komisaris Utama PT Chandra Asri Pacifi c, sampai saat ini.
No other version available